KEDU UTARA, MAGELANG (28/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menunjukkan dukungannya terhadap upaya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan menghadiri Rapat Koordinasi Pengurangan Risiko Bencana yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang CCR Pusaka Gemilang Setda Kabupaten Magelang pada Senin (27/04) dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, instansi terkait, relawan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Rapat koordinasi ini menjadi forum penting untuk menyatukan langkah dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang dan kering dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang.
Wakil Administratur KPH Kedu Utara Bambang Setyawan yang mewakili Perhutani dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten Magelang dalam memperkuat mitigasi bencana menghadapi musim kemarau, khususnya yang berkaitan dengan kawasan hutan.
Ia menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Ia menegaskan bahwa Perhutani siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan, sehingga potensi gangguan seperti kebakaran hutan, kekeringan, maupun krisis air dapat diantisipasi sejak dini dan dampaknya diminimalkan.
Ia menambahkan bahwa Perhutani terus melakukan patroli rutin, pemetaan wilayah rawan kebakaran, serta sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan agar bersama-sama menjaga kawasan hutan selama musim kemarau berlangsung.
Menurutnya, peran masyarakat sekitar kawasan hutan sangat penting dalam mendukung upaya pencegahan bencana. Oleh karena itu, Perhutani akan terus meningkatkan komunikasi dengan lembaga desa hutan, relawan, dan pemerintah desa agar pelaporan dini terhadap potensi kebakaran maupun kekeringan dapat segera dilakukan.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji dalam arahannya menekankan pentingnya perencanaan yang matang serta koordinasi lintas sektor agar penanganan dampak musim kemarau dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Ia menyampaikan bahwa perlu dilakukan identifikasi permasalahan yang akan dihadapi pada musim kemarau, serta penyusunan tata laksana koordinasi antar pihak, baik organisasi perangkat daerah, organisasi, maupun relawan, agar penanganan di lapangan dapat berjalan optimal.
Selain itu, BPBD Kabupaten Magelang didorong untuk menyediakan data secara real time mengenai titik rawan kekeringan, lokasi sumber air, dan kebutuhan pendukung lainnya yang dapat diakses oleh masyarakat maupun instansi terkait. Data tersebut dinilai penting agar distribusi bantuan air bersih dan langkah mitigasi lainnya dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Rapat koordinasi ini menghasilkan komitmen bersama antarinstansi untuk memperkuat sistem mitigasi, mempercepat koordinasi, serta meningkatkan kesiapan personel dan sarana pendukung di lapangan. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, Perhutani, relawan, dan masyarakat, diharapkan Kabupaten Magelang dapat menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan lebih siap dan mampu meminimalkan risiko bencana. (Kdu/Nurul)
Editor: Aris
Copyright © 2026